CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Puisi

Sahabat dan Tiran

oleh : Happy Firena

Teman-teman seperjuanganku satu-persatu berjatuhan
baik atas paksaan maupun terpaksa jatuh
atau berniat mundur..
mungkin berikutnya giliranku
yang jelas bukan keinginan sendiri ..
    
Kembali tergambar ,.
perjalanan panjang mengumpulkan peserta didik,
dari hanya 12 orang saja tahun 1990
hingga sekarang berjumlah ribuan
ada keringat, perjuangan dan air mata,
sahabat-sahabatku disana..

yang baru datang,..
baru datang 14 tahun,..
yang baru 10 tahun
baru 4 tahun,..
apalagi 2 tahun ...tidak tahu tentang itu ..
pokoknya sekarang sudah besar dan banyak..

Dimana mereka ..
saat masih pahit, pedih, sedikit,..
menengok pun tidak ..
kenapa ada orang yang tidak mau peduli pada sejarah
dan jasa orang lain..

Kenapa ada orang merasa berhak menentukan segalanya .. padahal yang maha menentukan adalah Allah SWT,
semua orang dia anggap seperti boneka
yang bisa dia kasih status dan peran
se enak selera dia ..
duhh..demi sebuah cinta buta ..berujung menjadi tiran..

Pantass... sejarah ..membawa berita  ..
bahwa jatuhnya negara,..lembaga,..jabatan,..
penyebabnya adalah Cinta buta dan wanita

Bersabarlah sahabat..
Ada hikmah indah ..
Yang Allah skenario kan buat Qta ..Insya Allah ..
Kita adukan saja pada-Nya yang Maha Kuasa, Maha Memiliki Segalanya

Salam,tuk
 sahabat : Siti Hapsah, Anty Kadar, dan Diana.S

SOMBONG (by : Annisa)
Kamu kok sombong sih...??
“  Ya...soalnya aku punya segalanya
Rumah megah dan isinya
Kendaraan merek terbaru di beranda
Karirku ok luar biasa
Inteligensiku di atas rata-rata
Pemujaku hampir di setiap kota
Penampilanku bikin orang tergila-gila “

Tapi... bukankah semuanya kan tiada
Ketika kau sudah tak bernyawa
Lalu saat itu apalagi yang kau punya

 Di dunia nyata
Semua bisa tak ada
Hanya dalam waktu seketika
Yang kau sendiri pun bisa tak percaya

Rumah beserta isinya
Hanya diguncang gempa
Langsung buat kau jadi miskin papa

Karir yang luar biasa
Hanya dengan tipu daya dan rekayasa
Bisa buat kau enyah dan beresi meja kerja

Inteligensi di atas rata-rata
Cukup dgn stroke yang menyerang isi kepala
Kau sudah langsung tak ingat apa-apa
Bahkan bisa langsung tergolek tak berdaya

Pemuja yang ada di setiap kota
Dan penampilan yang bikin orang tergila-gila
Hilang ketika kau tak lagi muda dan berjaya

Kalau nyawa tak lagi ada
Apa yang bisa membuat kau bangga
Ternyata semuanya hanya segitu saja
Semua yang bisa membuatmu bangga
Ternyata tak kekal selamanya

Dan kini kau sudah terbujur di keranda
Masa sih kau masih mau sombong juga....?
Dasar orang gila..... (ps: maksudnya gila harta,
 tahta dan wanita )

SOMBONG EPISODE DUA  (by Umi khairinnisa )
Ketika seseorang merasa dengan kekuasaannya,
dengan kedekatannya kepada kekuasaan…..,
Merasa berhak mengambil alih otoritas Allah SWT,..
Maka dia merasa menang ketika..
satu persatu bawahannya  dipersulit sumber rejekinya ..
satu persatu diberhentikan, dipindahkan,,,
diminta mundur dan intimidasi..

Tutur katamu lemah lembut,
Tata bahasamu teratur ..
Tapi maknanya selalu menusuk hati ..
Seolah kebenaran tidak ada sama sekali ..
Dimanakah keadilan.. ??
Apakah baik, bagus, hebat..
Hanya berlaku buat satu orang ?

Wahaii..penguasa,..bukalah mata hatimu..
Bukan mata nanar mu ..
Melihat kemolekan duniawi ..
Mendengar bibir bergincu durjana ..

Duhhh..tidak ada yang tahu kapan kita kembali
Jangan merasa hidup akan selamanya
Baiknya buat mendulang  amal kebaikan ..
Semata-mata mencari Ridlo-Nya …

GRATIS SEPANJANG MASA
Anonim,  05 Februari jam 22:28

Suatu sore seorang anak menghampiri ibunya di dapur
Ia menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya
Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan kain lusuh, 
ia pun membaca tulisan itu
Dan inilah isinya :

Untuk memotong rumput, 5 ribu
Untuk membersihkan kamar tidur minggu ini, 10 ribu
Untuk pergi ke toko di suruh ibu, 5 ribu
Untuk menjaga adik waktu ibu belanja, 5 ribu
Untuk membuang sampah, 5 ribu
Untuk nilai yang bagus, 10 ribu
Untuk membersihkan dan menyapu halaman, 10 ribu
Jadi jumlah utang ibu adalah, 50 ribu rupiah

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap
Berbagai kenangan terlintas dalam benak sang ibu
Lalu ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya
Dan inilah yang ia tuliskan :

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu, gratis
Untuk semua malam ibu menemani kamu, gratis
Mengobati kamu dan mendo’akan kamu, gratis
Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurus kamu, gratis
Untuk semua mainan, makanan dan baju kamu, gratis
Anakku....... kalau kamu menjumlahkan semuanya akan kau dapati bahwa harga cinta ibu ………
GRATIS
read more “Puisi”